Pedagang Ikan di Kampung Nelayan Wuring Minta Pasar PNPM di Buka Kembali

Pasca ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja beberapa waktu lalu, ruas jalan menuju perkampungan nelayan Wuring di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Selasa 5 April 2026, sekitar pukul 16.00 Wita ramai dipadati kendaraan dan aktivitas warga.

Kiri dan kanan badan jalan yang baru dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat, terlihat aktivitas jual beli aneka jenis ikan dan sayuran oleh pedagang yang sebagian besar merupakan kaum perempuan.

Saat SatPol PP datang menggunakan mobil Damkar bersama dengan sejumlah aparat Kelurahan Wolomarang dan Kecamatan Alok Barat, para pedagang yang akrab disapa dengan mama lele ini pun kembali mengemas barang jualan mereka.

Sejumlah SatPol PP tidak saja datang memantau namun juga menerbitkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan.

Kondisi ini membuat para mama lele yang memasarkan ikan tidak nyaman berjualan. Namun mereka tetap bertahan untuk menjual ikan milik mereka.

“Mendingan Bapak Bupati buka kembali pasar PNPM agar kami bisa kembali berjualan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas yang keluar masuk kampung wuring,” ungkap Iramaya Abdul Wahid, salah seorang ibu pedagang ikan.

Kondisi Pasar PNPM Wuring, Kelurahan Wolomarang

Menurut dia, sebelum adanya pasar yang dikelola CV Bangkunis dan berujung larangan Pemkab, masyarakat nelayan berjualan ikan di pasar PNPM.

Pasar PNPM itu dibangun tahun 2013 dan diresmikan pada 24 Maret 2014 lalu oleh Bupati Sikka saat itu, Yosep Ansar Rera, sebagai bentuk dukungan Progam Nasional dalam memberdayakan masyarakat pesisir.

“Ini malah pasar PNPM itu dibangun dengan tujuan pemberdayaan masyarakat juga ditutup ya kami terpaksa jualan seperti ini. Jika tidak kami mau makan apa? Apalagi kondisi perkonomian kita saat ini?” ujarnya.

Senada diungkapkan Tolida, salah satu pedagang ikan kering. Ia meminta agar Pasar PNPM dibuka kembali hanya untuk sore hari.

Ia mengatakan, aktivitas pasar Wuring menjadi lokasi alternatif masyarakat untuk berbelanja saat sore hari. Sementara di Pasar Alok, aktivitas jual belinya biasa terjadi pada pagi hingga siang hari.

Pantauan Kaddes.net di pasar PNPM, suasana tampak sepi. Namun terdapat lapak-lapak yang digunakan warga sebagai tempat tinggal.*

Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *