Jelang Minggu Palma, Markus Jual Daun Palem di Kota Maumere

Daun Palem dalam tradisi Gereja Katolik merupakan simbol menyambut Yesus Kristus memasuki Kota Yerusalem

Sehari menjelang perayaan Minggu Palma dalam liturgi Gereja Katolik, suasana Kota Maumere dihiasi penjualan daun palem, Sabtu 28 Maret 2026.

Di ruas jalan Ahmad Yani, tepatnya di pojok perempatan lapangan umum Kota Baru, tampak seorang pria dewasa ditemani anak dan istrinya sambil duduk santai di trotoar. 

Mereka menjajakan daun palem berbagai ukuran, baik yang besar maupun yang kecil. 

“Kalau yang ini Rp. 5000, kalau yang kecil harganya Rp. 2.000,” ungkap Markus, warga Desa Watublapi saat menjajakan daun palem, Sabtu petang. 

Markus menuturkan, tumpukan daun palem ini diambilnya sehari sebelumnya di kawasan hutan dengan berjalan kaki. 

Usai dikumpulkan seharian, dirinya turun ke kota menggunakan sepeda motor miliknya untuk dijual. 

“Melihat kesempatan menjelang minggu palma tahun ini, maka kali pertama saya turun ke kota untuk menjual,” ungkapnya sambil melayani sejumlah ibu rumah tangga yang datang membeli. 

Ia menuturkan, jika habis terjual maka dirinya bisa mendapatkan uang Rp. 500.000,-. Dengan demikian bisa memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya. 

“Kalau sampai malam nanti habis terjual, saya bisa mendapatkan uang yang cukup untuk kebutuhan keluarga,” ungkapnya. 

Maria Trince salah seorang warga Kota Maumere mengaku terbantu dengan adanya penjualan daun palem oleh warga saat menjelang Minggu Palma. 

Pasalnya untuk wilayah Kota Maumere, daun palem sudah jarang ditemukan ada orang atau petani yang menanamnya. 

“Senang bisa mendapatkan daun palem melalui pedagang ini. Pasalnya sudah sangat jarang didapatkan dalam kota, apalagi saat esok Minggu Palma,” tuturnya.*

Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *