Sejak gempa berkekuatan 7,7 SR pada Sabtu, 15 Agustus 2026 yang mengguncang Pulau Flores, hingga saat ini gempa susulan kembali terus terjadi.
Pada Senin, 17 Agustus 2026, gempa dengan magnitudo 5,8 SR kembali terjadi sekitar pukul: 08.46 Wita.
Gempa dengan kedalaman 10 Kilometer dengan titik pusat gempa arah 10 Kilometer Kabupaten Nagekeo ini menimbulkan guncangan yang cukup besar.
Alfredus Marselinus, salah satu pelajar calon Imam Katolik mengisahkan gempa ini menimbulkan kepanikan ratusan pelajar SMP dan SMA Seminari Bunda Segala Bangsa (BSB).
“Para siswa ini berlari berhamburan ke lapangan,” ungkap Alfredus.
Alfredus mengatakan karena kuatir akan kembali terjadi gempa susulan akhirnya upacara apel bendera memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81 batal digelar.
“Sejak diguncang gempa Sabtu kemarin kami harus bertahan di lingkungan sekolah. Gempa susulan kembali terjadi, akhirnya apel dibatalkan,” jelas Alfredus.
Sementara itu, Proses Seminari BSB Romo Martono Tani mengaku sangat membutuhkan tenda darurat untuk para siswa. Pasalnya, saat ini mereka hanya memiliki satu tenda bantuan dari TNI. Dimana, satu tenda ini tidak cukup memaut jumlah siswa yang ada.
“Saat malam hari para pelajar harus tidur di lapangan futsal beralaskan kasur dan beratap bulan bintang karena ketiadaan tenda,” ungkap Romo Martono.*
Penulis: Tata Shinto I Editor: Tata Shinto
