PLN Larantuka dan Dinas Pertanian Flores Timur Perkuat Kolaborasi Dorong Pertanian Modern Berbasis Listrik

Ilustrasi: Program Electrifying Agryculture program inovasi dari PLN untuk meningkatkan produktivitas pertanian

PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Larantuka bersama Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur resmi memperkuat kolaborasi untuk mendukung pertanian modernisasi berbasis listrik.

Wujud dukungan dari PLN ULP Larantuka terhadap dunia pertanian di Flores Timur adalah melalui penyiapan pasokan listrik terhadap 17 titik greenhouse sistem hidroponik melalui program Electrifying Agriculture bagi kelompok tani masyarakat di Kabupaten Flores Timur.

Manager PLN ULP Larantuka, Yufenalis Irovanto Malar menjelaskan Program Electrifying Agriculture sendiri merupakan inovasi PT PLN (Persero) untuk mengajak para pelaku agrikultur beralih dari mesin berbahan bakar minyak (BBM) ke peralatan berbasis listrik.

“PLN ULP Larantuka mendukung penuh transisi teknologi ini. PLN ULP Larantuka siap mendukung pembangunan 17 titik greenhouse di Larantuka serta kebutuhan kelistrikan kelompok tani,” tegas Yufen.

Yufen berharap kolaborasi ini mampu membantu para petani di Kabupaten Flores Timur untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, menekan biaya operasional dan menerapkan pola pertanian yang lebih efisien serta berkelanjutan.

“Energi listrik ini nantinya dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa air, sistem penyiraman otomatis, mesin pengolah hasil panen, hingga alat penggilingan,” paparnya.

Yufen menegaskan PLN bersama Dinas Pertanian akan segera turun ke lapangan melakukan pemetaan lokasi, perhitungan daya, serta penyiapan keandalan jaringan.

“Kami ingin memastikan listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menjadi energi produktif yang membantu petani bekerja lebih efektif, hemat, dan berdaya saing,” ujar Yufen.

Disambut Hangat Dinas Pertanian Flores Timur

Dukungan oleh PLN ULP Larantuka tersebut disambut hangat oleh PLT. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Yosep Sadi Openg, S.P., M.Si.

Yosep mengatakan kepastian pasokan energi adalah kunci utama transformasi pertanian modern di daerahnya.

PLT. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Yosep Sadi Openg, S.P., M.Si

Yosep menyebut ketersediaan listrik yang memadai sangat meringankan beban operasional bagi petani sekaligus membuka jalan bagi pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih efisien.

“Kami berharap kolaborasi ini berlanjut pada pemetaan kelompok tani dan komoditas unggulan agar manfaatnya bisa dirasakan secara meluas,” ungkap Yosep kepada Kaddes.net pada Senin, 10 Agustus 2026 di ruang kerjanya.

Sementara itu, secara terpisah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menyampaikan bahwa elektrifikasi sektor agrikultur merupakan komitmen PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

“Elektrifikasi pertanian adalah bentuk nyata bagaimana energi mampu menjadi penggerak produktivitas,” jelas Eko.

Eko berharap sinergi PLN dengan Pemerintah Daerah melalui Electrifying Agriculture terus diperkuat agar mampu memberi nilai tambah pada hasil panen petani di NTT.

“Kolaborasi berkelanjutan antara PLN ULP Larantuka dan Dinas Pertanian Flores Timur ini diharapkan menjadi pijakan awal mewujudkan ekosistem pertanian modern yang mandiri, efisien dan menyejahterakan masyarakat Flores Timur,” pungkas Eko.*

Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *