Setahun dibentuk, Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, gelar Rapat Anggota Tahunan (RAT), Tahun Buku 2025.
RAT ini digelar di Aula Kantor Kelurahan Waioti dengan tujuan mengevaluasi kinerja setahun berjalan dan menyusun program kerja KMP Waioti untuk tahun 2026.
Ketua KMP Kelurahan Waioti, Raden Agus Wijaya mengatakan salah satu rencana kerja KPM Kelurahan Waioti yang dilakukan di tahun 2026 adalah membangun sub gerai sembako merah putih di tingkat RT.
“Untuk langkah awal, kita bangun sub gerai sembako di salah satu RT agar mendekatkan pelayanan kebutuhan anggota juga untuk warga sekitar dengan harga murah,” ungkap Agus kepada Kaddes.net pada Senin, 30 Maret 2026, siang.
Agus menjelaskan pembangunan sub gerai sembako tingkat RT sebagai bentuk terobosan pelayanan ditengah sulitnya mendapatkan lahan pembangunan gerai sembako sesuai amat undang-undang pembentukan Koperasi Merah putih yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto.
“Kami sudah berusaha mencari lokasi di dekat bandara Frans Seda, namun itu milik Kementerian Perhubungan. Sehingga kita siasati dengan sub gerai tingkat RT,” jelas Agus.
Selain itu Agus juga memaparkan KMP Waioti akan melakukan kerja sama dengan pihak Pertamina agar bisa melayani kebutuhan bahan bakar jenis minyak tanah.
Kondisi ini lantaran minyak tanah merupakan bahan baku memasak oleh masyarakat Kabupaten Sikka, khususnya warga kelurahan Waioti.
“Ini kita buktikan saat uji coba stabilisasi harga minyak tanah jelang Lebaran dan Paskah. Warga antusias datang membeli karena harganya sesuai harga eceran yang ditetapkan pemerintah,” ungkap dia.
Agus menambahkan, walaupun saat ini jumlah KMP Waioti baru 66 orang, dengan modal dasar anggota Rp. 12.000.000,- namun Ia tetap berkomitmen untuk menjadikan KMP Waioti hadir melayani kebutuhan anggota dan masyarakat.
Sementara itu, Aleksa Meso, Kepala Bidang Koperasi, Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Sikka, mengapresiasi kerja-kerja KMP Kelurahan Waioti.
Lantaran menjadi salah satu Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sikka yang telah memiliki legalitas yang lengkap serta menjalankan usaha unit koperasi khususnya pemberdayaan UMKM anggota.
“Di Kabupaten Sikka ini, dari sekian banyak KMP yang ada, KMP Kelurahan Waioti merupakan satu dari dua KMP yang telah memulai usaha,” ungkap Aleksa.
Aleksa mengakui walaupun telah memiliki kelengkapan legalitas lembaga Koperasi namun KMP Waioti belum memiliki Anggaran Rumah Tangga sebagai pedoman operasional teknis yang rinci untuk menjamin ketertiban administrasi dan mengatur tata cara keanggotaan/permodalan, serta menetapkan mekanisme pengelolaan usaha dan rapat anggota.
“Nanti secara bersama kita susun Anggaran Rumah Tangga, sehingga koperasi bisa berjalan profesional, transparan, dan sesuai prinsip kekeluargaan,” tuturnya.
Pantauan Kaddes.net, Rapat Anggota Tahunan ini dibuka secara resmi oleh Camat Alok Timur, Kasianus Kei dan dihadiri pengurus dan anggota, Lurah Waioti dan juga anggota Babinsa.*
Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint
