Angin malam dari pesisir Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berembus di antara tenda-tenda pengungsian.
Di bawah tenda terpal yang serba terbatas, beralas tikar dan kasur busa tipis, warga terdampak gempa bertahan setelah rumah mereka rusak dan sebagian tidak lagi dapat ditempati.
Begitulah, suasana saat Julie Sutrisno Laiskodat, Anggota DPR RI Fraksi NasDem dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur I, ketika mengunjungi warga terdampak di Kampung Bajo, Desa Tadho.
Dalam suasana keterbatasan itu, Julie Laiskodat mendengarkan langsung kisah warga mengenai guncangan gempa berkekuatan 7, 7 SR yang mengguncang pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 yang lalu.
Desa Tadho merupakan salah satu desa yang berada di kawasan pesisir utara Flores. Jarak permukiman warga dengan bibir pantai hanya sekitar 50–100 meter.
Penuh Empati Dengar Cerita Warga
Kepada Julie Laiskodat, sejumlah penyintas yang berada di tenda itu mengisahkan bahwa saat gempa terjadi, air laut sempat surut. Beberapa saat kemudian, Ari laut kembali naik disertai gelombang yang cukup tinggi.
Kondisi tersebut membuat warga panik, berlari meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.
Sebagian rumah mengalami kerusakan akibat guncangan. Warga yang rumahnya tidak lagi layak dihuni kemudian bertahan di tenda pengungsian dengan kebutuhan dasar yang masih terbatas.
Selain guncangan gempa dan ancaman tsunami yang mengancam, Julie Laiskodat mendengar keluhan sejumlah ibu di tenda pengungsian itu.
Dari pakaian yang tertimbun akibat kerusakan rumah, keterbatasan air bersih, tempat tidur, selimut, makanan, hingga kebutuhan tenda yang lebih layak, didengarkan oleh Julie Laiskodat dengan sabar dan penuh empati.
Serahkan Bantuan Kebutuhan Pokok
Menurut Julie, kondisi pengungsian perlu mendapat perhatian karena warga masih berada dalam masa pemulihan setelah bencana.
“Pemenuhan kebutuhan dasar menjadi bagian penting agar warga dapat menjalani hari-hari mereka dengan lebih baik sembari menunggu kondisi kembali pulih,” ungkap Julie.

Dalam kunjungan tersebut Julie, yang dikenal dengan sosok yang peduli dengan orang kecil ini, menyerahkan bantuan sebanyak 500 paket kebutuhan pokok bagi warga Desa Tadho.
Ia menuturkan bantuan ini kami hadirkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang sedang menghadapi masa sulit pasca gempa.
“Yang terpenting, mereka merasakan bahwa perhatian dan kepedulian terus hadir bersama mereka,” ujar Julie.
Julie menilai bantuan pangan dan kebutuhan dasar perlu berjalan beriringan dengan pendampingan terhadap warga, terutama kelompok yang paling membutuhkan perhatian di lokasi pengungsian.
Menurutnya pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sebab itu, Ia juga mengajak berbagai pihak untuk terus menjaga kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di NTT.
“Dalam situasi seperti ini, kita perlu terus bergandengan tangan. Mendengar warga, memahami kebutuhan mereka, dan hadir dalam proses pemulihan adalah bentuk kepedulian yang penting,” kata Julie.
Bagi warga Tadho, kehidupan pascagempa kini berlangsung di antara tenda, tikar, dan barang-barang yang berhasil diselamatkan.
“Di tengah keterbatasan itu, bantuan yang datang menjadi bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menemani warga melewati masa pemulihan adalah hal yang perlu untuk kita lakukan,” tandas Julie.*
Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint
