{"id":5718,"date":"2026-10-16T02:58:52","date_gmt":"2026-10-16T02:58:52","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5718"},"modified":"2026-10-17T05:42:57","modified_gmt":"2026-10-17T05:42:57","slug":"kisah-inspiratif-nus-hewen-petani-sayur-asal-tiwatobi-sukses-dirikan-sppg-keba-baipito","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5718","title":{"rendered":"Kisah Inspiratif Nus Hewen, Petani Sayur Asal  Tiwatobi Sukses Dirikan SPPG Keba Baipito"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>Yustianus Usen Hewen (56), petani asal Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, NTT tidak pernah bercita-cita membangun dapur. <\/b><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lelaki, yang akrab disapa Nus itu hanyalah seorang petani sayur. Sejak 1998, Ia hidup dari bedengan Sawi, Kangkung, Terung, dan Mentimun di kaki Gunung Ile Mandiri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tapi pada 2024, saat mendengar janji kampanye tentang Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh calon Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pikirannya terusik.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Saya berpikir, berarti ini apa yang harus kita buat,&#8221; kenangnya kepada Kaddes.net di kebun sayur miliknya, pada Rabu 14 Oktober 2026.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Niat awalnya sederhana yakni membangun kandang ayam. Ia ingin menjadi pemasok ayam untuk dapur MBG.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun sebuah informasi dari teman di Kupang mengubah segalanya. Ada link pendaftaran untuk membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia pun mengukur halaman rumahnya sendiri. Ternyata, luasnya sangat memenuhi syarat. Kandang ayam itu pun ia tinggalkan. Ia putar haluan, membangun dapur.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Perjalanannya tidak mudah. Gambar dapur yang ia buat sendiri ditolak Badan Gizi Nasional (BGN) sampai tiga kali. Hingga akhirnya, di suatu malam Ia menghubungi temannya yang memahami soal gambar bangunan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di bawah langit gelap, mereka mengukur halaman bersama. Malam itu juga gambar dikirim dan beberapa hari kemudian dinyatakan diterima.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Rumah Tiga Kamar Disulap Jadi Dapur, Tabungan Sekolah Anak Jadi Modal<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Apa yang ada di hadapannya saat itu adalah rumah sederhana: tiga kamar tidur, satu ruang makan, satu ruang keluarga, satu ruang tamu, dan dapur besar di belakang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Nus meratakannya. Tiga ruang yang terpisah itu ia jebol menjadi satu aula besar untuk ruang persiapan, pengolahan, dan pembersihan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5721\" aria-describedby=\"caption-attachment-5721\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5721\" src=\"https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261016_104244-300x228.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"228\" srcset=\"https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261016_104244-300x228.jpg 300w, https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261016_104244-1024x779.jpg 1024w, https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261016_104244-768x584.jpg 768w, https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG_20261016_104244.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5721\" class=\"wp-caption-text\">SPPG Keba Baipito di Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur<\/figcaption><\/figure>\n<p dir=\"ltr\">Pembangunan itu memakan waktu hampir satu tahun penuh. Dari Januari hingga Desember 2025. SK Dapur terbit pada tanggal 9 Januari 2026 di bawah naungan Yayasan Cipta Resiliensi Indonesia dan resmi beroperasi pada tanggal 29 Januari.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Nama dapurnya ia beri &#8216;SPPG Keba Bai Pito&#8217;, merujuk pada nama leluhur orang di Gunung Ile Mandiri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Membangunnya, Nus tidak mengandalkan bank. Padahal sejak 1998 ia adalah nasabah aktif bank. Pinjaman terakhirnya Rp 114 juta bahkan masih berjalan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Terakhir saya mau pinjam tindis 250 juta, katanya tidak bisa karena baru jalan 10 bulan. Saya pakai nama adik-adik juga tidak dilayani. Mungkin aturan bank,&#8221; katanya jujur.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia pun memutar otak. Uang tabungan pribadi dan tabungan yang disiapkan untuk sekolah anak-anak, sebesar Rp 300 juta, ia bongkar semua.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Ibu juga semangat mendukung, sehingga uang yang kita siapkan untuk anak sekolah kita putar ke bangun dapur,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tidak cukup, ia membuka pintu untuk teman-teman berinvestasi dan meminjam pakai sementara. Total investasi mencapai Rp 1,6 Miliar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Dalam hitungan saya dengan teman-teman totalnya jadi satu koma enam miliar,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dari jumlah itu, Rp 600 juta sendiri hanya untuk peralatan dapur seperti <em>rice steamer<\/em>, kompor, <em>freezer<\/em>, dan kulkas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Semua harus berstandar BGN. Maka dia mahal, apalagi di awal kita belum tahu siapa yang jual,&#8221; katanya.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Sempat Diledek Gila<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Motivasinya bukan bisnis semata. Jika motivasinya bisnis, Yustinus Usen Hewen sudah berhenti di tengah jalan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Semuanya ia lewati, dengan satu kalimat yang terus dipegang. Jika bukan kita yang berpikir agar program MBG ini bisa sampai di anak-anak, lalu siapa yang akan melakukannya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_5723\" aria-describedby=\"caption-attachment-5723\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5723\" src=\"https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261016-WA0009-300x198.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"198\" srcset=\"https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261016-WA0009-300x198.jpg 300w, https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261016-WA0009-768x508.jpg 768w, https:\/\/kaddes.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261016-WA0009.jpg 800w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5723\" class=\"wp-caption-text\">Karyawan SPPG Keba Baipito bekerja dengan APD lengkap mempersiapkan MBG bagi anak-anak sekolah<\/figcaption><\/figure>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Dengan motivasi itu saya berkomitmen untuk mengantarkan APBN dalam bentuk nasi sampai di pintu-pintu sekolah,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Semangat itu yang membuatnya tahan menghadapi cibiran.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Ada yang mengatakan sudah gila itu. Tapi saya bilang, yang di atas yang tahu, ini rencana Tuhan. Biarlah, kalau memang tidak jadi ya saya jadikan kos-kosan. Ternyata puji Tuhan diresmikan,&#8221; kenangnya sambil tersenyum.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Cibiran Berbuah Harapan <\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Kini setelah dapur itu berdiri dan beroperasi,&nbsp; warga sekampung mulai percaya. Suara-suara yang dulu mencibir kini berganti menjadi harapan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Saya senang anak-anak di sekitar sini akhirnya bisa kerja di dapur,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Baginya, dapur SPPG Keba Bai Pito, bukan sekedar tempat masak, melainkan jaring pengaman ekonomi kampung.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Sayur juga dapat dibeli dari dapur. Jangan cari dari luar, di sini juga ada petani sawi. Program MBG ini harus untuk masyarakat,&#8221; pesannya pada tim dapur.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dari seorang petani sayur yang pernah dicibir gila, Yustianus Usen Hewen kini telah mengantarkan APBN dalam bentuk sepiring nasi hangat setiap hari, sampai ke depan pintu sekolah anak-anak di kaki Ile Mandiri.*<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><b>Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto <\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yustianus Usen Hewen (56), petani asal Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, NTT tidak pernah bercita-cita membangun dapur.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5719,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[1011,45,747,941],"class_list":["post-5718","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-orang-desa","tag-badan-gizi-nasional","tag-kaddes-net","tag-makan-bergizi-gratis","tag-sppg-keba-baipito"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5718"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5725,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5718\/revisions\/5725"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}