{"id":5673,"date":"2026-10-09T13:27:44","date_gmt":"2026-10-09T13:27:44","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5673"},"modified":"2026-10-09T13:29:43","modified_gmt":"2026-10-09T13:29:43","slug":"nama-tak-diakomodir-dalam-pks-pemilik-lahan-palang-jalan-huntara-di-konga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5673","title":{"rendered":"Nama Tak Diakomodir Dalam PKS, Pemilik Lahan Palang Jalan Huntara di Konga"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk warga terdampak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, berujung aksi pemalangan. <\/b><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pemicunya bukan soal ganti rugi, melainkan empat nama pemilik lahan yang tak diakomodir dalam draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Daerah dan masyarakat pemilik lahan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Aksi pemalangan itu dilakukan dua pemilik lahan pada Jumad, 9 Oktober 2026. Mereka menutup akses jalan masuk menuju lokasi Huntara 1 dan 2.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kepala Desa Konga, Aloysius Sinyo Kung, saat dikonfirmasi oleh Kaddes.net di lokasi pemalangan membenarkan persoalan tersebut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Pemiliknya itu kami data tadi sekitar dua puluhan lebih. Lalu yang masuk di dalam PKS itu kurang dari itu. Ada empat yang tidak terakomodir,&#8221; ujar Aloysius kepada wartawan.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Ada di SK 2024, Hilang di PKS 2026<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Aloysius mengatakan yang membuat warga kecewa, nama mereka sebenarnya tercatat dalam SK awal Pemda tahun 2024 sebagai pemilik lahan yang digunakan untuk pembangunan Huntara.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun, kata Dia saat PKS baru di tahun 2026 ini, nama mereka tidak ada lagi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;SK awal mereka ada untuk pembangunan Huntara, tapi kenyataannya sekarang mereka tidak terakomodir dalam data PKS dari Pemda. Nama mereka dalam PKS hilang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Padahal, lanjut Aloysius, lahan milik keempat warga itu telah digunakan selama dua tahun terakhir. Mulai dari jalan masuk, fasilitas umum, tempat duduk bersama, lokasi penitipan logistik dan tenda tempat aparat menginap.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Jalan yang kita duduk ini adalah milik mereka. Sekolah Juga. Bahkan, lahan kosong ini dulunya dipakai untuk tentara tinggal dan tidur di sini,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Tuntutan Sederhana: Dicatat di PKS sebagai Fasum<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Aloysius menegaskan, tuntutan dari warga tersebut tidak muluk. Mereka tidak meminta dibangunkan Huntara, mereka hanya minta namanya tetap dicatat dalam PKS dengan peruntukan yang jelas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Maunya mereka, mereka pun nama ada dalam PKS walaupun peruntukannya bukan untuk pembangunan Kopel. Tapi, lokasinya dipakai untuk fasilitas umum dan sarana olahraga,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, pencatatan itu penting sebagai tanda batas, kepastian, dan bentuk penghargaan, meski tanpa ganti rugi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Nanti ada pembedaan kan Pak, dorang kasih jalan tapi dorang tidak dapat apa-apa. Sedangkan yang lain, masih ada bangunan. Kalau setelah ini pindah di Huntap kan area ini kosong. Padahal lahan mereka selama ini dimanfaatkan untuk aktivitas umum,&#8221; ungkap Aloysius.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Tujuan masyarakat kami itu bukan uang. Supaya ada kepastian bentuk penghargaan karena tujuan dari masyarakat untuk menolong penyintas,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebagai informasi, pemalangan akhirnya dibuka kembali sekitar pukul: 15.12 sore hari usai dimediasi oleh Camat Wulanggitang, Kepolisian Resor Titehena, dan Aparat pemerintah desa setempat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, PLT Kalak BPBD Flores Timur disebut tidak menemui warga pemilik lahan saat diminta untuk klarifikasi.*<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><b>Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk warga terdampak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5674,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[1004,52,45,603],"class_list":["post-5673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","tag-huntara-konga","tag-kabupaten-flores-timur","tag-kaddes-net","tag-penyintas-erupsi-gunung-lewotobi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5673"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5675,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5673\/revisions\/5675"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}