{"id":5670,"date":"2026-10-09T05:45:27","date_gmt":"2026-10-09T05:45:27","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5670"},"modified":"2026-10-11T12:30:42","modified_gmt":"2026-10-11T12:30:42","slug":"ketika-gereja-berdiri-di-depan-masyarakat-adat-uskup-larantuka-tolak-geotermal-di-bumi-lamaholot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5670","title":{"rendered":"Ketika Gereja Berdiri di Depan Masyarakat Adat: Uskup Larantuka Tolak Geotermal di Bumi Lamaholot"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>Bukan sekadar soal listrik. Ini soal tanah, air, mata air, kebun, dan kubur leluhur. Itulah pesan keras Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, dalam Pernyataan Sikap Pastoral yang ditetapkan di Larantuka pada Jumat, 9 Oktober 2026.<\/b><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di hadapan negara dan investor, Gereja Katolik Keuskupan Larantuka secara resmi menyatakan &#8216;MENOLAK proyek geotermal di Bumi Lamaholot, Flores Timur dan Lembata&#8217;.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Bumi adalah rumah bersama yang dipercayakan Allah kepada kita untuk dijaga, bukan untuk dikorbankan,&#8221; tulis Mgr. Hans di pembuka suratnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Surat 7 poin itu bukan lahir di ruang hampa. Uskup mendengar langsung kegelisahan umatnya sendiri. Dari Lewokluok, Blepanawa, dan Bama yang menyebut tanah adat mereka bukan komoditas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dari umat di Stasi-Stasi Paroki Lerek, Kalikasa, hingga Wulandoni di kaki Atadei yang cemas mata air mereka akan kering, kebun mereka retak, dan ruang hidup mereka hilang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Bumi Lamaholot bukan sekadar wilayah geografis dan sumber daya alam. Tanah, gunung, mata air, laut, kebun, adalah bagian dari identitas, sejarah, dan spiritualitas,&#8221; tegas Uskup.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Pembangunan yang Melukai<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Mengutip Ensiklik <i>Laudato Si&#8217;<\/i> dan <i>Laudate Deum <\/i>Paus Fransiskus, Uskup Hans mengingatkan, krisis ekologis tidak bisa dipisahkan dari ketidakadilan sosial.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Gereja, kata dia, tidak anti pembangunan. Tapi Gereja menolak pembangunan yang mengorbankan manusia dan keutuhan ciptaan demi kepentingan investasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Yang dituntut Uskup bukan hal muluk. Hanya tiga hal sederhana yang selama ini diabaikan:<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Pertama, Keterbukaan.<\/i> Masyarakat berhak tahu risiko geologis, hidrologis, dampak terhadap air, pertanian, dan kesehatan secara jujur, bukan sosialisasi formalitas setelah keputusan diambil.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Kedua, Kajian Independen.<\/i> Bukan kajian pesanan. Harus melibatkan ahli independen, tokoh adat, dan masyarakat yang akan menanggung dampak langsung.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><i>Ketiga, Tanpa Intimidasi.<\/i> Tidak boleh ada kriminalisasi, pemecahbelahan warga, atau tekanan terhadap warga yang menolak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Persetujuan masyarakat tidak boleh direduksi menjadi tanda tangan administratif,&#8221; tulisnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Tanah dan ruang hidup masyarakat Lamaholot tidak boleh diperlakukan semata-mata sebagai komoditas ekonomi,&#8221; tandas Uskup Hans.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Memihak yang Rentan<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Dalam surat itu, Uskup menegaskan, Keuskupan Larantuka akan berdiri bersama umat yang terdampak. Gereja akan mendorong pendidikan ekologis, pendampingan pastoral, dan dialog yang setara.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ini adalah pilihan pastoral yang berpihak. Ketika suara masyarakat adat sering dianggap sebagai hambatan pembangunan, Gereja memilih untuk mendengarkannya sebagai suara moral.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kita menerima bumi bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk anak-anak dan cucu-cucu kita,&#8221; tulisnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kini, bola ada di tangan pemerintah dan pemrakarsa proyek. Uskup meminta agar semua langkah pelaksanaan yang berpotensi menimbulkan kerusakan yang tak dapat dipulihkan, dihentikan sementara.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sampai kapan? Sampai keberatan masyarakat ditangani secara adil, kajian transparan dibuka, dan keadilan antargenerasi dipastikan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Semoga Santa Maria, Tuan Ma, Ratu Rosario, menyertai perjuangan kita untuk menjaga tanah Lamaholot sebagai rumah bersama yang bermartabat, adil, damai, dan lestari,&#8221; tutup Mgr. Hans.*<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><b>Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan sekadar soal listrik. Ini soal tanah, air, mata air, kebun, dan kubur leluhur. Itulah pesan keras Uskup Larantuka, Mgr.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5671,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[1001,45,112,1003,1002],"class_list":["post-5670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","tag-geothermal","tag-kaddes-net","tag-keuskupan-larantuka","tag-mgr-yohanes-hans-monteiro","tag-wkp-oka-ile-ange"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5670"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5684,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5670\/revisions\/5684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}