{"id":5497,"date":"2026-08-21T13:28:05","date_gmt":"2026-08-21T13:28:05","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5497"},"modified":"2026-08-21T13:29:00","modified_gmt":"2026-08-21T13:29:00","slug":"bantuan-belum-cukup-warga-kampung-bora-sikka-masih-krisis-air-bersih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5497","title":{"rendered":"Bantuan Belum Cukup, Warga Kampung Bora Sikka Masih Krisis Air Bersih"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>Warga terdampak gempa Flores di Kampung Bora Blupur, Desa Bura Bekor, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan salah satu wilayah terisolir kini tengah menghadapi krisis air bersih pascagempa bumi 7,7 <\/b><b>SR<\/b>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Meskipun bantuan darurat berupa air bersih dari Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka dan Kecamatan Bola telah disalurkan pada Kamis, 20 Agustus 2026, namun pasokan air tersebut masih sangat minim dan belum mampu untuk mencukupi kebutuhan harian warga.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Ketua RT setempat, Florianus Baba persediaan air di Bak Penampung Air Hujan (PAH) milik warga sudah menipis,memaksa warga harus mengambil langkah alternatif dengan membeli air dari luar dengan harga tinggi dan berjalan sejauh 3 KM lebih untuk mengambil air di mata air di wilayah desa Blatatatin.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Warga memiliki uang terpaksa membeli air dari luar dengan harga tinggi mencapai Rp 200.000 per 1.100 liter. Bagi warga yang tidak memiliki uang, mereka harus berjalan kaki sejauh tiga kilometer menuju mata air yang berada di wilayah desa tetangga,&#8221; ungkap Florianus kepada Kaddes.net.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dari perjalanan jauh tersebut warga hanya mampu memikul 20 liter air yang mana, jumlah itu hanya mampu memenuhi kebutuhan satu hari untukasak dan cuci.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Yah itu hanya cukup untuk kebutuhan satu hari, memasak dan mencuci bahan pangan,&#8221; tutur Florianus.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Data Bantuan Logistik Desa Bura Bekor<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Saat ini warga desa Bura Bekor tinggal di tiga lokasi posko. Mereka telah menerima bantuan logistik yang disalurkan oleh Penjabat Kepala Desa Bura Bekor, Antonius Moa bersama perangkat desa ke tiga posko wilayah RT dan bantuan tambahan dari kecamatan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Berikut, Kaddes.net memaparkan data yang bantuan logistik yang telah diterima oleh warga desa Bura Bekor.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Logistik posko 1: (RT 016), Tikar 2, Selimut 3, Kantong 15, Pop Mie 3 dos, Susu 10 pcs, Beras 5 karung, Air Aqua 2 dos, Sabun Mandi 3 batang, Bimoli 2 pcs [ 4 liter ], Gula aren 5 pcs, Telur 4 papan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Posko 2: (RT 015) Tikar 2, Selimut 3, Kantong 20, Pop Mie 3 dos 12 cup, Susu 15 pcs, Beras 5 karung, Air Aqua 2 dos , Sabun Mandi 3 batang, Bimoli 2 pcs [ 4 liter ], Gula Aren 5 pcs, Telur 4 papan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Posko 3: (RT 014), tikar 2, selimut 4, kantong 27, pop mie 3 dos 12 cup, Susu 15 pcsz, beras 5 karung, air aqua 2 dos , sabun mandi 4 batang, bimoli 2 pcs [ 4 liter ], gula aren 5 pcs, telur 4 papan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Adapun jenis bantuan untuk Bora Blupur dari Posko Kecamatan, adalah 62 kantong: Pop Mie 10, Tikar 6, Selimut 10, Beras 16, Bimoli 5, Susu 45 pcs, Kopi gula aren 15 pcs, Telur 2 ikat, Air Aqua 6 dos, Sabun Mandi 10 batang, Gula Aren 15 pcs.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun demikian, Florianus mengungkapkan bahwa warga Kampung Bora Blupur sangat butuh adanya bantuan prioritas utama berupa, air bersih melalui mobil tangki, terpal darurat, Tikar dan Sembako.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Selain edukasi mitigasi yang diberikan oleh pemerintah desa, prioritas utama bantuan yang diharapkan adalah mobil tangki air, terpal untuk tenda darurat, tikar tambahan, bahan pokok (sembako) dan obat-obatan,&#8221; tandas Florianus.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><b>Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint <\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga terdampak gempa Flores di Kampung Bora Blupur, Desa Bura Bekor, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan salah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36,2],"tags":[957,942,206,960],"class_list":["post-5497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","category-nusantara","tag-desa-blora-blupur-sikka","tag-gempa-flores","tag-kaddesnet","tag-krisi-air-bersih"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5497"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5497\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5499,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5497\/revisions\/5499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}