{"id":5451,"date":"2026-08-18T19:51:24","date_gmt":"2026-08-18T19:51:24","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5451"},"modified":"2026-08-18T19:54:28","modified_gmt":"2026-08-18T19:54:28","slug":"korban-gempa-flores-pulau-palue-bertahan-di-pengungsian-dalam-kondisi-terbatas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=5451","title":{"rendered":"Warga Desa Nitung Lea Korban Gempa Flores di Pulau Palue, Bertahan di Pengungsian Dalam Kondisi Terbatas"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>Pasca gempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) ratusan warga di Pulau Palue, Kabupaten Sikka masih bertahan di pengungsian dengan kondisi serba terbatas.<\/b><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Desa Nitung Lea merupakan desa terdalam di Pulau Palue ini menjadi salah satu desa dengan jumlah pengungsi cukup besar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lebih dari dua ribu warga mengungsi lantaran rumah-rumah warga rusak digoyang gempa berkekuatan 7,7 SR pada Sabtu, 15 Agustus yang lalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Warga terpaksa meninggalkan rumah dan bertahan di tenda-tenda darurat yang dibangun seadanya di halaman rumah dan sepanjang jalan di dalam perkampungan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Desa Nitung Lea kian terisolir karena akses darat terputus akibat longsor dan tanah masih mengalami pergerakan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hanya ada akses laut menuju wilayah ini membuat sulitnya proses evakuasi maupun penyaluran bantuan bagi warga terdampak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara sejumlah korban luka ringan hingga berat masih belum dapat Dievakuasi karena karena sulitnya akses keluar dari wilayah terdampak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Saya bersama keluarga kami masih tetap tinggal di sekitar kampung ini. Sebagian warga ada di luar rumah membangun tenda darurat tanpa ada perlengkapan yang memadai,&#8221;ungkap Vian warga setempat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bagi Vian, hal yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah bantuan obat-obatan, sembako, penerangan listrik atau generator dan tenda.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Harapan untuk pemerintah Kabupaten Sika bahwa segera memberi tanggapan darurat dengan menyalurkan bantuan Bapak Bupat Sika, memberi bantuan darurat, sembako, obat-obatan, tenda dan generator untuk memenuhi seluruh kebutuhan kondisi,&#8221; ungkap Vian.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Kesulitan Cari Tempat Aman<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Warga di pengungsian tinggal dalam kondisi yang serba terbatas itu merasa khawatir jika terjadi cuaca buruk.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Vian mengungkapkan wilayah desa mereka mengalami kehilangan jaringan internet sejak gempa besar itu melanda.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Keterbatasan akses membuat warga kesulitan mencari tempat aman di wilayah terdampak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Puji Tuhan Bapak sampai saat ini cuaca masih aman, kalaupun cuaca buruk, misalnya ada hujan atau angin kencang, maka kami pasti akan tetap ada di sekitar kampung atau sekitar rumah dengan&nbsp; dengan kondisi apa adanya, kami tidak tahu lagi kami harus kemana,&#8221; ungkap Vian.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kalau untuk mengambil jalan keluar dari Palue dengan kondisi hari ini sangat tidak mungkin. Semua kembali berpulang kepada perhatian pemerintah daerah untuk menanggapi situasi darurat bencana ini,&#8221;tambahnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Keterbatasan akses membuat penyaluran bantuan menuju Pulau Palue menjadi tantangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">BNPB mengupayakan pengiriman bantuan melalui jalur yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Warga berharap bantuan segera tiba, termasuk sembako, obat-obatan, tenda dan generator. Selain itu warga berharap evakuasi terhadap korban yang mengalami luka serius yang membutuhkan penanganan medis juga diharapkan dapat segera dilakukan. *<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><b>Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasca gempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) ratusan warga di Pulau Palue, Kabupaten Sikka masih bertahan di pengungsian&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5452,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36,2],"tags":[948,942,161,206,229],"class_list":["post-5451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","category-nusantara","tag-desa-nitung-lea","tag-gempa-flores","tag-kabupaten-sikka","tag-kaddesnet","tag-pulau-palue"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5451"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5454,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5451\/revisions\/5454"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}