{"id":4893,"date":"2026-05-30T06:39:39","date_gmt":"2026-05-30T06:39:39","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4893"},"modified":"2026-05-30T06:49:50","modified_gmt":"2026-05-30T06:49:50","slug":"pertanian-organik-petani-mandiri-dan-merdeka-oleh-marianus-mayoliss-agr-m-ling","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4893","title":{"rendered":"Pertanian Organik: Petani Mandiri dan Merdeka"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh : Marianus Mayolis, S.Agr.,M.Ling<\/strong><\/p>\n<p><strong>SEIRING <\/strong>maraknya gerakan konsumen hijau, kesadaran untuk membeli produk yang ramah lingkungan dan baik untuk kesehatan pun semakin meningkat. Termasuk didalamnya produk-produk pertanian yang sehat dan bebas bahan kimia.&nbsp;<\/p>\n<p>Hal serupa terjadi juga pada konsumen di kabupaten Sikka. Bahkan di beberapa kesempatan, kita mendengar diskusi tentang pertanian kimia yang tidak sehat. Kampanye media tentang pertanian organik akhir-akhir ini juga mulai menggeliat. Artinya bahwa, masyarakat semakin peduli akan pentingnya kualitas produk.&nbsp;<\/p>\n<p>Tuntutan untuk produk berkualitas pun telah mengarah ke berbagai sektor, termasuk pertanian.&nbsp;<\/p>\n<p>Penggunaan pupuk organik dalam usaha tani dipercaya membawa manfaat lebih. Produk pertanian menjadi lebih sehat, lebih ramah lingkungan, dan mengurangi dampak negatif dari bahan kimia yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Karena tendensi kebutuhan konsumen yang mengarah ke produk organik, pertanian organik pun akhirnya mulai ditekuni oleh petani.&nbsp;<\/p>\n<p>Namun bukan hanya karena pengaruh konsumen, petani mulai menyadari dampak buruk pertanian kimia yang digunakan, mulai dari hasil tani sampai dampak lingkungan dan kesehatan.&nbsp;<\/p>\n<p>Di samping itu petani saat ini mulai paham bahwa pertanian organik dapat meningkatkan produksi usaha tani, mudah dijangkau dan diproduksi serta sangat ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Penggunaan pupuk dan pestisida organik memang perlu didorong untuk memulihkan kondisi tanah. Selain itu untuk meningkatkan produktifitas lahan, produk pertanian yang tidak mengandung bahan kimia dan kesehatan manusia di generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Karenanya perlu kerjasama berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta baik dari pusat hingga ke daerah dalam pengembangan pertanian organik sangatlah dibutuhkan.<\/p>\n<p>Dalam kebijakan pengembangan industri pupuk di Indonesia haruslah disertakan dengan program pengembangan pupuk dan pestisida organik. Pemerintah diharapkan memberikan fasilitas untuk mendorong pengembangan pupuk organik oleh swasta maupun melalui kemitraan swasta dan BUMN.&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu pemerintah desa, dengan suplai dana desa bisa mengakomodir pengembangan pertanian organik melalui pelatihan dan praktek pembuatan pupuk dan pestisida organik serta pengadaan alat pembuatan.<\/p>\n<p>Sementara itu para petani baik kelompok tani maupun gapoktan (gabungan kelompok tani) bisa mengusulkan hal ini lewat musyawarah di tingkat dusun dan desa.&nbsp;<\/p>\n<p>Kerena sesungguhnya pertanian organik menjadi bagian dari upaya pemberdayaan petani yang berdampak pada mengurangnya aktifitas eksploitasi petani.<\/p>\n<p>Jane Goodall, seorang aktivis asal inggris yang memiliki kepedulian pada upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan serta sumber daya alam pernah meluapkan pikirannya bahwa :\u201cSuatu hari nanti kita semua akan melihat kembali ke masa gelap pertanian. Kita akan geleng kepala dan berkata \u2018bagaimana bisa kita dapat percaya bahwa menumbuhkan tanaman dengan racun adalah ide yang baik?\u201d.<\/p>\n<p>Jika praktek pertanian kimia masih dibiarkan, maka kabupaten Sikka dan Indonesia akan menghadapai masalah serius yakni hasil produk pertanian yang kaya akan residu kimia. Itu sangat berbahaya karena akan menimbulkan kerusakan lahan pertanian. Selain itu sebagai penyebab penyakit hingga kematian di usia produktif kerena sering terkontaminasi dengan bahan aktif kimia berbahaya.<\/p>\n<p>Indonesia pun dikhawatirkan tidak akan mengekspor produk-produk pertaniannya seandainya pola pertanian modern yang padat kimia tetap dilakukan. Dan akhirnya kita sendiri yang terpaksa menghabiskannya. Di lain pihak petani butuh pengembalian modal kerja di tengah membumbung tingginya harga pupuk dan pestisida kimia.<\/p>\n<p>Dampak beruntunnya, nilai jual hasil usaha tani akan terus terperosok.&nbsp;<\/p>\n<p>Di kabupaten Sikka, hal ini bisa dilihat terkhusus untuk sayuran dan buah yang tersebar di beberapa pasar seperti pasar Alok, pasar Wairkoja, pasar Nita dan pasar Lekebai.&nbsp;<\/p>\n<p>Konsumen sudah pintar dan jeli dalam membeli serta membedakan mana yang produk organik dan anorganik.<\/p>\n<p>Dengan berbagai dampak tersebut, ketika masih ada petani yang betah dengan pupuk dan pestisida kimia, ini disebabkan \u2018perilaku sikap praktis\u2019 yang masih mendominasi petani.&nbsp;<\/p>\n<p>Terjadi persaingan bisnis yang lebih mementingkan uang daripada kesehatan serta niat penggunaan pupuk dan pestisida kimia untuk mendapatkan hasil yang banyak. Adapun kebijakan pemerintah yang masih terus mempertahankan pola pertanian modern dengan pupuk dan pestisida kimia.<\/p>\n<p>Menjadi suatu keprihatinan, ketika produk pertanian ditolak di pasar lokal maupun pasar internasional. Bagaimana kita akan menghadapi pasar global, yang jelas produk pertanian indonesia tidak mampu bersaing bahkan tersisihkan. Pertanian kita pun akan terpuruk di era perdagangan bebas saat ini.<\/p>\n<p>Besar harapan, ada kebijakan dari para pemegang dan pengambil keputusan sebagai jalan keluar yang membantu.&nbsp;<\/p>\n<p>Pemerintah Daerah juga harus bisa membuat kebijakan yang memacu pelaku di sektor pertanian untuk menghasilkan produk yang memiliki nutrisi yang baik.&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu produk yang terbebas dari residu bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan kita.<\/p>\n<p>Mengenai penggunaan pupuk dan pestisida organik, sangat diharapkan petani bisa menghasilkannya sendiri dengan bahan alami di sekitar kebun.&nbsp;<\/p>\n<p>Cara ini relatif jauh lebih murah dan menyehatkan. Dengan demikian petani organik menjadi petani yang mandiri dan merdeka.<\/p>\n<p>Petani tidak lagi bergantung pada produsen pupuk maupun pestisida. Pertanian organik pun memberi ruang bagi petani untuk mengembangkan kreativitas bertaninya. Sementara itu, permintaan pupuk organik akan terus naik seiring dengan kesadaran petani.&nbsp;<\/p>\n<p>Bagi masyarakat konsumen diharapkan mampu membedakan produk kimia dan organik, kerena pilihan cerdas untuk hidup sehat maka saatnya kita dukung petani lokal,petani muda, dalam gerakan konsumsi produk pertanian organik. Makanan sehat berasal dari tanah yang sehat.&nbsp;<\/p>\n<p>Mari kita tolak residu kimia, pilih yang alami. jangan segan untuk kembali ke organik. Pertanian organik menjadi alternatif terbaik bagi bangsa Indonesia dan khususnya petani di Kabupaten Sikka.*<\/p>\n<p><em>Penulis: Dosen Program Studi Agroteknologi, Fakultas Teknologi Pangan, Pertanian dan Perikanan Unipa Maumere<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Marianus Mayolis, S.Agr.,M.Ling SEIRING maraknya gerakan konsumen hijau, kesadaran untuk membeli produk yang ramah lingkungan dan baik untuk&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4894,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[161,45,48,694],"class_list":["post-4893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini","tag-kabupaten-sikka","tag-kaddes-net","tag-ntt","tag-pertanian-organik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4893"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4897,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4893\/revisions\/4897"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}