{"id":4728,"date":"2026-05-19T15:54:24","date_gmt":"2026-05-19T15:54:24","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4728"},"modified":"2026-05-19T15:59:50","modified_gmt":"2026-05-19T15:59:50","slug":"aipi-komisi-eat-lancet-dan-mitra-tekankan-pentingnya-planetary-health-diets-dan-transformasi-sistem-pangan-indonesia-lewat-laporan-eat-lancet-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4728","title":{"rendered":"AIPI, Komisi EAT-Lancet, dan Mitra Tekankan Pentingnya Planetary Health Diets dan Transformasi Sistem Pangan Indonesia lewat Laporan EAT-Lancet 2025"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bersama Komisi EAT-Lancet meluncurkan Laporan EAT-Lancet 2025 di Indonesia. Laporan ini merupakan pembaruan dari laporan asli yang telah disusun pada 2019. <\/b><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam laporan terbaru ini, terdapat sebanyak 76 akademisi bidang pangan dan gizi dari 30 negara memperbarui basis ilmiah bagi para pelaku sistem pangan untuk bersama-sama mendorong transformasi sistem pangan di Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Laporan ini mengkuantifikasi target pola makan yang sehat, batas aman pangan dalam sistem bumi, serta fondasi sosial dari sistem pangan yang berkeadilan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Prof. Dr. dr. Rina Agustina, M.Gizi dalam paparannya menyoroti tantangan sistem pangan Indonesia, mulai dari anemia dan defisiensi mikronutrien hingga meningkatnya konsumsi ultra-processed food (UPF).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Rina menekankan pentingnya penerapan planetary health diet (PHD). Rina menyebut prevalensi stunting di Indonesia memang menurun tetapi anemia dan defisiensi mikronutrien masih mengkhawatirkan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menjelaskan hanya separuh populasi Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan diet dan nutrisi ideal, sementara konsumsi makanan tinggi sodium dan makanan ultraproses terus meningkat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Karena itu, PHD menjadi penting sebagai pola makan fleksibel yang dapat mendukung kesehatan manusia sekaligus keberlanjutan lingkungan,\u201d kata Rina.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Dr. Shakuntala H. Thilsted selaku Co-Chair EAT-Lancet menegaskan<br \/>\npentingnya keadilan dalam transformasi sistem pangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cPeralihan menuju PHD perlu dilakukan secara adil, karena transformasi sistem pangan tidak boleh mengabaikan kelompok marjinal, petani, masyarakat miskin, dan masyarakat adat yang juga menjadi bagian penting dari sistem pangan itu sendiri,\u201d jelas Shakuntala.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, mewakili pemerintah Dwi Puspasari, Plt Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan, Kementerian Kesehatan, menyampaikan transformasi sistem pangan tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Dwi, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kesehatan, pertanian, lingkungan hidup, perdagangan, dan berbagai sektor lainnya. Di mana, penguatan pangan dan gizi harus didasarkan pada sains dan pendekatan yang inklusif.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Forum ini menjadi ruang penting untuk membangun diskusi menuju sistem pangan yang lebih sehat, tangguh, dan berkeadilan karena investasi pada pangan sehat adalah investasi untuk masa depan generasi kita,&#8221; jelas Dwi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Mewakili organisasi masyarakat sipil, Romauli Panggabean, Knowledge Generation Lead Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) menegaskan dalam sesi konferensi pers, KSPL percaya bahwa transformasi sistem pangan hanya bisa terjadi dengan kolaborasi multipihak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Romauli mengatakan sejak 2020, KSPL telah mempertemukan lebih dari 30 mitra, mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat sipil.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Pendekatan berbasis kolaborasi multipihak inilah yang kami yakini relevan untuk dapat mengoptimalkan rekomendasi dari laporan EAT-Lancet 2025 di tingkat nasional,&#8221; ungkap Romauli.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menutup rangkaian acara peluncuran, Ketua Komisi Ilmu Kedokteran AIPI, Prof. Dr. Herawati Supolo-Sudoyo, menegaskan kembali urgensi dari data ilmiah yang dipaparkan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Herawati mengatakan Indonesia saat ini berada dalam tarik-menarik yang berat menghadapi <i>triple burden of malnutrition<\/i>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Di satu sisi, kita masih berjuang mengangkat anak-anak kita keluar dari stunting, sementara kita juga menghadapi peningkatan cepat kelebihan berat badan, obesitas, dan penyakit tidak menular terkait pola makan,&#8221; kata Herawati.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8221; Hal Ini bukan hanya krisis kesehatan, tetapi juga krisis pembangunan, yang semakin diperburuk oleh perubahan iklim yang semakin tidak menentu,\u201d tegas Herawati.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Herawati menambahkan sistem pangan harus dibangun agar setiap orang, tanpa memandang tingkat ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Bahwa makanan sehat tidak boleh menjadi kemewahan,&#8221; pungkas Herawati.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menyusun policy brief sebagai langkah tindak lanjut bagi pemerintah dalam mengimplementasikan rekomendasi EAT-Lancet 2025 di tingkat daerah maupun nasional.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain paparan dan diskusi panel, tujuh perwakilan pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan akademisi mendeklarasikan komitmennya untuk mendorong terciptanya sistem pangan yang sehat, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi manusia, alam, dan iklim.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Poin-poin Penting Deklarasi <\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Berikut dijabarkan beberapa poin-poin penting dalam deklarasi tersebut adalah:<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pertama, Kolaborasi multisektor yang melibatkan pemerintah (Kementerian Kesehatan dan Bappenas), akademisi (Universitas Indonesia dan UGM), industri, serta organisasi masyarakat sipil (GAIN, CISDI, KSPL\/FOLU Indonesia) dalam percepatan solusi pangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kedua, Penciptaan akses yang adil dan terjangkau dengan menekankan pola makan sehat dan berkelanjutan sebagai kondisi yang terjangkau bagi setiap rakyat Indonesia tanpa memandang tingkat ekonomi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ketiga, Pemanfaatan inovasi digital lewat teknologi yang dapat mendukung perubahan perilaku pola makan berkelanjutan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><b>Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bersama Komisi EAT-Lancet meluncurkan Laporan EAT-Lancet 2025 di Indonesia. Laporan ini merupakan pembaruan dari laporan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4729,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36,2],"tags":[461,206,608,607,609,605,606],"class_list":["post-4728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","category-nusantara","tag-akademi-ilmu-pengetahuan-indonesia","tag-kaddesnet","tag-kementerian-kesehatan","tag-kepala-pusat-kebijakan-upaya-kesehatan","tag-koalisi-sistem-pangan-indonesia","tag-komisi-ear-lancet","tag-rina-agustina"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4728"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4731,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4728\/revisions\/4731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}