{"id":4718,"date":"2026-05-18T10:32:38","date_gmt":"2026-05-18T10:32:38","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4718"},"modified":"2026-05-19T06:06:47","modified_gmt":"2026-05-19T06:06:47","slug":"pemulihan-ekonomi-huntap-dan-lambatnya-bantuan-beras-bagi-penyintas-korban-erupsi-gunung-lewotobi-di-flores-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4718","title":{"rendered":"Pemulihan Ekonomi, Huntap dan Lambatnya Bantuan Beras Bagi Penyintas Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Sejak November 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki tak pernah berhenti erupsi baik dalam skala kecil hingga besar. Kini, denyut kehidupan warga penyintas belum pulih.<\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Setiap kali Gunung Lewotobi Laki-laki memuntahkan lava dari perut bumi dan tiap kali langit musim penghujan menumpahkan airnya, mereka mengerti bahwa kecil harapan mengantungkan hidup pada hasil kebun di kampung halamannya.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Rabu, 13 Mei 2026 siang, Veronika Gelu Watun (43) warga Dusun I, Desa Dulipali, Kecamatan Wulanggitang duduk di depan kamar Hunian Sementara (Huntara) yang ditempatinya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sesekali matanya memandang pada jagung yang dijemur di halaman depan, persis pada lorong, jalan masuk kendaraan di Huntara I.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Jagung ini baru-baru kami panen dapat dua karung saja. Hasilnya, tak banyak karena ada hama tikus,&#8221; cerita Veronika.&nbsp;<\/p>\n<p><b>Bertahan Hidup<\/b><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tak hanya kehilangan rumah, Veronika juga kehilangan mata pencarian. Lahan pertanian jangka pendek, hancur dan belum bisa dipulihkan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Perkebunan mete, kelapa dan kemiri, tanaman jangka panjang untuk menabung hangus terbakar bersama lava panas semburan gunung api Lewotobi Laki-laki.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Mete sebelum erupsi itu, walaupun bunganya hangus, kita masih bisa panen sedikit. Namun, sesudah erupsi ini sama sekali kosong. Tidak ada yang bisa kita panen. Hangus, gosong, mati habis semua,&#8221; ungkap Veronika.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Demikian juga, dengan tanaman kelapa dan kemiri. Layu dan tak produktif dihujani debu vulkanik.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penderitaan Veronika dan para penyintas erupsi gunung Lewotobi Laki-laki tak berhenti disitu. Buah kelapa dan kemiri, juga jadi korban aksi pencurian.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kemiri itu, kami bisa panen dua hingga 3 karung sebelum erupsi. Tapi, sesudah erupsi ini kurang sekali. Kebanyakan orang curi. Kesana pergi, lihat dapat satu ember saja, pulang lagi. Begitu-begitu saja,&#8221; tutur Veronika.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kelapa juga sama, kita kesana lihat pohon mudah semua buahnya. Di bawah kosong. Kita pikir ada keluarga yang petik atau orang curi juga kita tidak tau,&#8221; tambah dia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Veronika menuturkan karena lahan pertanian dan perkebunan rusak parah, membuat dirinya untuk memutar otak untuk bertahan hidup.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia membuka lahan pertanian dan perkebunan di desa Konga. Lahan tersebut adalah milik keluarga dekatnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Luas lahannya kecil saja. Saya tanam padi, jagung, terung, ubi dan kastela,&#8221; kata Veronika.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Veronika mengatakan hasil panen ini, dijual hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Tidak bisa ditabung untuk kebutuhan hidup di masa depan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Yang kita jual itu paling, sayur terung, pucuk dan buah Kastela. Jatuhnya, hanya bisa beli beras 2 kilo, beli air, dan ikan, begitu. Untuk tabung itu tidak bisa,&#8221; ungkap Veronika.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Veronika menceritakan sumber pendapatan ekonomi kian berkurang semenjak terjadinya erupsi.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebelum erupsi, dirinya bekerja serabutan dengan bekerja di kebun orang untuk mendapatkan upah harian. Pekerjaan ini, kata Veronika tidak bisa ia lakoni pasca erupsi.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Dulu tenaga kita sering disewa untuk bersih-bersih kebun. Dari situ, kita bisa dapatkan penghasilan tambahan. Namun, sekarang, tidak bisa. Semua orang sedang susah,&#8221; ungkap Veronika.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Kehabisan Beras<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Kondisi lebih memprihatinkan dialami Margaretha Hayon (72) penyintas lanjut usia, warga kampung Klantolo.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sudah 2 tahun, Margaretha hidup sendirian di Huntara I. Keseharian hidupnya, Ia bergantung pada kiriman anaknya yang juga adalah penyintas erupsi yang tinggal secara mandiri di Kota Larantuka karena tugas pekerjaan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Berlinang air mata, Margaretha menceritakan bahwa beberapa kali Ia mengalami kehabisan beras.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Beras habis. Jadi, mama minta di keluarga yang juga sesama pengungsi disini,&#8221; cerita Margaretha dengan berlinang air mata.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pemerintah, kata Margaretha bergerak memberikan bantuan jika keluhan para pengungsi ditulis atau viral di media.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Margaretha menuturkan bahwa baru-baru ini pemerintah memberikan bantuan beras. Namun, kata Margaretha bantuan tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan beras selama 1 bulan.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Untuk makan dan minum sehari-hari bergantung pada kiriman anak-anak dari Larantuka. Bantuan beras ini, tak cukup untuk satu bulan,&#8221; ungkap Margaretha.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kondisi usia yang sudah lanjut, Ia berharap agar tim medis dapat melakukan pelayanan kesehatan bagi penyintas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Petugas kesehatan itu datang hanya mondar-mandir, bukan periksa tensi atau beri obat. Cuma lihat-lihat lalu pergi,&#8221; tutur Margaretha.&nbsp;<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Berharap Hunian Tetap Cepat Dibangun<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Margaretha berharap agar pemerintah fokus mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi para penyintas.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebab, kata Margaretha kondisi lingkungan di Huntara sangat tidak nyaman dan dapat berpengaruh terhadap kesehatan.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Sangat tidak nyaman tinggal di Huntara. Aliran comberan ini bau dan udaranya pengap sekali,&#8221; kata Margaretha.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hal serupa, juga diungkapkan Vin Boruk warga penyintas asal Desa Dulipali. Ia berharap agar pemerintah bisa cepat bangun Huntap agar pengungsi bisa tinggal dengan aman dan nyaman.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kondisi tinggal di Huntara, yah seperti ini. Musim kemarau sangat panas, debu dimana-mana. Musim hujan, air masuk dalam kopel,&#8221; ungkap Vin.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kita berharap pemerintah cepat bangun huntap, agar kita tinggal dengan nyaman,&#8221; harap Vin.<\/p>\n<h3><b>Pemda Flotim Akui Kelemahan&nbsp;<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Pemerintah Kabupaten Flores Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengakui kelemahan yang terjadi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ariston Kolot Ola, Sekertaris, sekaligus PLT. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Flores Timur mengakui adanya keterlambatan dalam hal penyaluran beras bagi pengungsi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ariston mengatakan adapun alasan dari keterlambatan penyaluran beras ini ditenggarai beberapa hal, salah satunya adanya peralihan pejabat internal di BPBD.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Alasan karena adanya peralihan jabatan di internal BPBD ini, mau bilang itu juga agak sulit. Karena, itu tidak mungkin. Tapi, nyatanya begitu,&#8221; ungkap Ariston.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Alasan lainnya, diungkapkan Ariston adalah dokumen urusan BTT untuk bantuan beras bagi pengungsi Lewotobi belum disiapkan oleh BPBD.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Urusan BTT Erupsi yang di dalamnya, ketersediaan anggaran untuk bantuan beras bagi saudara-saudara kita yang ada di Huntara, ternyata kita belum siapkan dokumen itu, sampai hari ini,&#8221; ungkap Ariston.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Atas beberapa kendala ini, Ariston mengatakan pihaknya butuh waktu beberapa hari, sembari berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar mereka lebih cepat untuk membantu para pengungsi yang tinggal di Huntara.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kami mohon maaf karena keterlambatan ini. Kita sedang mempercepat koordinasi untuk bantuan beras kepada saudara kita di Huntara. Mudah-mudahan, dalam satu dua hari ini bantuan beras dapat kita salurkan,&#8221; ujar Ariston. *<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><b>Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak November 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki tak pernah berhenti erupsi baik dalam skala kecil hingga besar. Kini, denyut kehidupan warga&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4719,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[604,581,206,144,603],"class_list":["post-4718","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","tag-bpbd-flores-timur","tag-hunian-tetap","tag-kaddesnet","tag-pemulihan-ekonomi","tag-penyintas-erupsi-gunung-lewotobi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4718","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4718"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4718\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4726,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4718\/revisions\/4726"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4718"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4718"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4718"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}