{"id":4420,"date":"2026-04-22T03:50:57","date_gmt":"2026-04-22T03:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4420"},"modified":"2026-04-22T04:52:08","modified_gmt":"2026-04-22T04:52:08","slug":"kabupaten-sikka-dapat-100-unit-rumah-bsps-kementerian-pkp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4420","title":{"rendered":"Sikka Dapat 100 Unit Rumah BSPS Kementerian PKP"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI (KPKP), mengalokasikan 100 unit rumah untuk masyarakat miskin di Kabupaten Sikka melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).&nbsp;<\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Untuk tahap awal ini, Sikka menjadi salah satu kabupaten yang menerima sasaran penerima BSPS dari Kementerian PKP. 100 unit,&#8221; kata Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Rabu 22 April 2026.<\/p>\n<p>Bupati Sikka menjelaskan, BSPS ini merupakan program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas rumah menjadi layak huni, sehat, dan aman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.<\/p>\n<p>Untuk tahap awal, sasaran calon penerima bantuan tersebar di Kecamatan Alok, Alok Barat, Alok Timur, Kangae, Nita, Kewapante dan Kecamatan Waigete.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini, Tim dari Kementerian PKP telah melakukan verifikasi kelayakan colan penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,&#8221; paparnya.&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Juventus, walaupun saat ini Kabupaten Sikka mendapatkan alokasi 100 unit, pihaknya akan terus berupaya agar sasaran penerima bantuan bisa setara dengan kabupaten lain yang ada di NTT.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Angka kemiskinan dengan kategori memiliki rumah tidak layak huni di Sikka masih cukup tinggi. Untuk itu kami akan berjuang agar kuota BSPS bisa naik hingga 500 unit rumah,&#8221; tegasnya.&nbsp;<\/p>\n<h3>Per Unit Rp. 20 juta<\/h3>\n<p>Kehadiran Program BSPS 2026 di NTT dan khususnya di Kabupaten Sikka sebagai atensi besar pemerintah pusat untuk memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Bantuan berupa stimulus material dan upah kerja ini akan mulai dicairkan Mei 2026, didampingi tenaga fasilitator lapangan, dan diawasi ketat oleh BPKP, &#8221; kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sikka, Konstansia Tupa Arankoja.<\/p>\n<p>Arankoja menjelaskan, umumnya nilai bantuan stimulan perumahan swadaya per unit rumah mendapatkan Rp20.000.000. Dengan rincian untuk bahan material sebesar Rp. 17.500.000,- dan Rp. 2.500.000,- untuk biaya tenaga kerja.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Bantuan ini bersifat swadaya. Dan kendala kita di lapangan, ditemui banyak calon rumah penerima bantuan benar-benar dalam kondisi tidak layak. Namun mereka pun mengalami kesulitan ekonomi saat ini sehingga kesulitan untuk menerima bantuan perumahan,&#8221; ungkap Arankoja.&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, untuk tahun 2026, Pemerintah mengalokasikan program BSPS di NTT mencapai sedikitnya 11.000 unit rumah.&nbsp;<\/p>\n<p>Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan target tersebut berasal dari alokasi minimal 500 unit di setiap kabupaten dan kota.&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan total 22 kabupaten\/kota, angka tersebut dinilai cukup signifikan untuk mendorong pemerataan bantuan perumahan di NTT.<\/p>\n<p>\u201cUntuk program di NTT, kita sudah putuskan minimal satu kabupaten ada 500 bedah rumah. Ini saya rasa besar sekali, ada 22 kabupaten\/kota, jadi minimal 11.000,\u201d ujar Menteri Ara&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menegaskan program BSPS akan difokuskan kepada masyarakat yang masuk kategori prioritas yang berada pada desil satu sampai empat.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kriteria penerima mencakup warga dengan kondisi rumah tidak layak huni serta belum pernah menerima bantuan sebelumnya,&#8221; tegasnya.*<\/p>\n<p><strong>Penulis: Tata Shinto | Editor: Sutomo Hurint<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI (KPKP), mengalokasikan 100 unit rumah untuk masyarakat miskin di Kabupaten Sikka melalui program Bantuan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4421,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36,2],"tags":[455,456,45,457,454,48,84],"class_list":["post-4420","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","category-nusantara","tag-bsps-ntt","tag-bupati-sikka","tag-kaddes-net","tag-maruarat-sirait","tag-menteri-pkp","tag-ntt","tag-sikka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4420"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4424,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4420\/revisions\/4424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}