{"id":4388,"date":"2026-04-19T16:03:27","date_gmt":"2026-04-19T16:03:27","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4388"},"modified":"2026-04-20T02:56:43","modified_gmt":"2026-04-20T02:56:43","slug":"nelayan-flores-timur-ditengah-ancaman-krisis-iklim-kisah-jufri-nelayan-ekasapta-yang-terabaikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4388","title":{"rendered":"Krisis Iklim Ancam Masyarakat Pesisir Flores Timur: Kisah Jufri Nelayan Ekasapta yang Terabaikan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>Jumad, 17 April 2026, sudah 2 hari Muhammad Jufri (44) tidak melaut. Ketika melaut, tiap paginya Ia hanya berhasil membawa beberapa ekor ikan. <\/b><\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Ikan sekarang tidak seperti dulu. Sekarang ikan makin liar. Banyak nelayan pakai potas atau racun untuk tangkap ikan,&#8221; tuturnya dengan logat Lamahala, ciri khas masyarakat pesisir.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Pria yang akrab disapa Jufri ini adalah warga Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jufri terlahir memiliki gen sebagai seorang nelayan dari orangtuanya keturunan Lamahala. Bukan nelayan perahu mesin, tapi nelayan perahu dayung. Pekerjaan ini, Ia lakoni semenjak kecil, bersama orang tuanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Saya dan saudara-saudara di dalam keluarga, dibesarkan dari hasil laut,&#8221; cerita Jufri, kepada kaddes.net.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Hasil Tangkapan Menurun <\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Duduk di teras rumah, samping rumahnya Jufri menyampaikan kegelisahannya tentang hasil tangkapan yang kian menurun.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Jufri dua dekade yang lalu, walaupun masih menggunakan cara-cara tradisional dalam menangkap ikan seperti memancing dengan perahu dayung, namun Ia berhasil menangkap ikan dalam jumlah yang banyak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jufri menuturkan dalam seminggu, Ia melaut sebanyak tiga kali. Hasil tangkapan sekali melaut itu bisa mencapai Rp. 500 ribu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Hasil tangkapan ini, sudah lebih dari cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sudah bisa menabung,&#8221; kata Jufri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kini, kondisinya sudah berbeda. Ikan sangat sulit didapatkan. Demi memperoleh hasil tangkapan yang lebih banyak, Ia harus mendayung perahunya menjangkau wilayah yang lebih jauh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Dulu itu, ikan kita bisa pancing di daerah dekat-dekat sini. Tapi, sekarang kita harus cari sampai di Waiwadan atau ke Solor,&#8221; ungkap Jufri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun, kata dia walaupun sudah menjangkau wilayah yang lebih jauh, hasil tangkapan juga tidak pasti, hanya dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, selain karena semakin bertambahnya jumlah nelayan, kondisi ini dipengaruhi oleh perilaku nelayan yang menangkap ikan dengan cara ilegal.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Ikan sekarang tidak seperti dulu. Banyak nelayan pakai potas atau racun untuk tangkap ikan. Jadi ikan makin liar,&#8221; ungkap Jufri.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Ancaman Perubahan Iklim<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Sebagai nelayan tradisional, dalam mencari ikan para nelayan mengikuti sistem pengetahuan lokal yakni membaca arah arus laut selat Gonzalu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kita mengikuti arah arus laut gonzalu. Arus laut arah ke Timur, maka kita mencari ke arah Timur di Wure dan Waiwadan. Kalau ke arah Barat, maka kita akan pulang kembali ke rumah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain arus laut, para nelayan pesisir kota Larantuka juga mengikuti petunjuk bintang dan awan dalam memilih waktu yang tepat untuk melaut.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jufri mengatakan cuaca, hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selat Larantuka terjadi biasanya pada penghujung bulan Desember, Januari, hingga awal Februari.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun, saat ini cuaca sudah sangat sulit diprediksi. Jufri menuturkan perubahan cuaca bisa terjadi dengan cepat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Seperti, pada bulan Maret 2026, cuaca pada siang itu, sedang cerah. Namun, ketika berada di perahu untuk melaut, cuaca tiba-tiba saja berubah dengan cepat.&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Langit mendadak menjadi gelap, muncul awan tebal, hujan turun, angin kencang dan gelombang tinggi menghantam perahu. Dua kapal motor penumpang juga ikut tenggelam waktu itu,&#8221; ungkap Jufri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kondisi cuaca yang berubah-ubah tak tentu ini terjadi berulang kali. Menurutnya, hal ini baru terjadi selama satu dekade ini.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kondisi ini membuat penghasilan menurun. Rugi waktu dan tenaga. Kita harus lebih ekstra hati-hati untuk melaut,&#8221; tutur Jufri.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Rumah<\/b><b> Warga Rusak Diterjang <\/b><b>Gelombang<\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Cuaca angin kencang dan gelombang tinggi ini juga memunculkan masalah yang lain bagi masyarakat pesisir di Kota Larantuka.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Siti Aminah, warga RT:04 RW: 5 Kelurahan Ekasapta, talud rumah yang dibangunnya jebol dihantam gelombang pasang tinggi yang terjadi pada bulan Maret 2026 silam.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Rumah mama punya itu, air laut masuk sampe di bagian dapur. Ombak besar sekali, waktu itu. Mama juga tidak tau kalau fondasi roboh. Saat, Mama buka pintu baru lihat, dapur bagian belakang rumah sudah roboh. Piring-piring, peralatan dapur hilang semua,&#8221; cerita Siti.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Siti mengatakan peristiwa semacam ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Rumah yang dibangunnya sejak tahun 2001 silam itu tidak pernah mengalami kemasukan air laut, walaupun ketika pasang tertinggi laut saat bulan purnama.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Pada tahun-tahun awal itu, air laut itu tidak masuk. Baru beberapa tahun belakangan ini, kalau pasang tertinggi itu, waktu bulan purnama, air laut masuk sampe ke dapur,&#8221; ungkap Siti.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bagi Kasim Pati Raja, salah satu orang muda Ekasapta kondisi bangunan rumah warga yang rusak sudah terjadi berkali-kali dalam beberapa tahun belakangan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Semua rumah di pesisir ini berkali-kali rusak dihantam gelombang. Talud rumah jebol dan dapur roboh terseret gelombang,&#8221; cerita Kasim, sambil menunjukkan rumah-rumah warga yang rusak diterjang gelombang.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Nelayan yang Terabaikan <\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Sebagai seorang yang terlahir memiliki gen nelayan dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, Jufri tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah baik kapal maupun pukat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Masalah bantuan ini bukan kita mau apa. Maaf, maaf saja, tapi memang kita benar-benar kecewa. Kita ini adalah warga yang benar-benar berprofesi asli sebagai nelayan. Tapi, bantuan tidak pernah dapat,&#8221; cerita Jufri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia mengaku kecewa sebab orang lain yang bukan asli nelayan malah mendapatkan bantuan kapal dan kapal bantuan tersebut malah disewakan kepada orang lain.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Berkali-kali nama saya didaftarkan oleh petugas, tapi nyatanya hingga saat ini, tidak pernah ada bantuan baik kapal maupun pukat. Mereka, yang lain bukan asli sebagai nelayan tapi dapat bantuan. Bukannya, kelola kapal tersebut, tapi mereka over ke orang lain lagi,&#8221; ungkap Jufri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ditengah situasi yang semakin sulit karena hasil tangkapan menurun, dirinya merambah ke pekerjaan lain sebagai pekerja serabutan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Tapi, apa mau dikata, jadi kita kerja serabutan. Kadang isi waktu sebagai kuli proyek, kadang dipanggil kerja sebagai tukang. Kita kerja apa saja untuk penuhi kebutuhan ekonomi keluarga,&#8221; ungkap dia.<\/p>\n<h3 dir=\"ltr\"><b>Berharap Ada Perhatian Pemerintah <\/b><\/h3>\n<p dir=\"ltr\">Dalam kondisi kehidupan masyarakat pesisir Ekasapta yang kian sulit, mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian yang sama seperti warga yang lain.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Berharap pemerintah dapat memberikan bantuan perahu mesin dan perlengkapan melaut kepada kami. Sehingga kami tidak harus membeli sendiri,&#8221; pinta Jufri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, bagi Kasim untuk mendapatkan kelayakan hidup yang nyaman, warga Kelurahan Ekasapta sangat membutuhkan pembangunan talud untuk penahan abrasi dan pengamanan kawasan pesisir.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kita butuh pembangunan talud, agar rumah-rumah warga tidak rusak saat diterjang gelombang pasang,&#8221; harap Kasim.*<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><b>Penulis: Sutomo Hurint I Editor: Tata Shinto<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumad, 17 April 2026, sudah 2 hari Muhammad Jufri (44) tidak melaut. Ketika melaut, tiap paginya Ia hanya berhasil membawa&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4389,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[206,443,445,442,444],"class_list":["post-4388","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","tag-kaddesnet","tag-lamahala-flores-timur","tag-masyarakat-pesisir","tag-perubahan-iklim","tag-rumah-rusak-diterjang-gelombang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4388","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4388"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4388\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4397,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4388\/revisions\/4397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4388"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4388"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4388"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}