{"id":4337,"date":"2026-04-14T03:15:30","date_gmt":"2026-04-14T03:15:30","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4337"},"modified":"2026-04-14T03:15:30","modified_gmt":"2026-04-14T03:15:30","slug":"kisah-seorang-ibu-korban-gempa-di-pulau-adonara-kepala-tertindih-tembok-rumah-demi-selamatkan-anak-saat-gempa-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=4337","title":{"rendered":"Kisah Seorang Ibu Korban Gempa di Pulau Adonara&#8211;Kepala Tertindih Tembok Rumah Demi Selamatkan Anak Saat Gempa Bumi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Gempa bumi berkekuatan 4,7 Magnitudo mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 8 April 2026. Sebanyak 1.393 jiwa mengungsi, 367 unit rumah rusak di Pulau Adonara dan Pulau Solor<\/strong>.<\/p>\n<p>Di antara ribuan warga yang mengungsi ini tersimpan kisah tersendiri. Kisah ini dialami Nona Kurniaiwati, seorang ibu rumah tangga berusia 43 tahun, warga Dusun 1 Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur.&nbsp;<\/p>\n<p>Kurniawati bersama Ibrahim Mamat, sang suami dan kelima anaknya kini tinggal secara darurat di bawah tenda keluarga milik BNPB di atas fundasi rumah yang berada tepat di pinggir jalan Trans Adonara.&nbsp;<\/p>\n<p>Pasalnya, rumah yang baru dibangun 2 bulan terakhir bersama sang suami, kini ambruk akibat guncangan gempa bumi.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Rumah kami di bawah pantai ambruk karena gempa pak. Makanya kami sekeluarga mengungsi di sini,&#8221; ungkap Kurniawati sambil menggendong anaknya kepada Kaddes.net, Sabtu, 12 April 2026 petang.&nbsp;<\/p>\n<p>Kurniawati mengisahkan, pada Rabu 8 April 2026 atau Kamis dini hari, sekitar pukul 00.30 Wita, saat hendak pejamkan mata untuk beristrahat malam, tiba-tiba terjadi gempa bumi dengan guncangan yang cukup dasyat.&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai seorang ibu, ia langsung menuju ke kamar untuk menyelamatkan Citra Ibrahim, putri bungsunya yang baru berusia 1,5 tahun.&nbsp;<\/p>\n<p>Saat menyelamatkan sang buah hati, tubuhnya menjadi tameng untuk melindungi anaknya dari reruntuhan bangunan tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pas jam setengah satu, kita tidur rasa goyang, setelah saya mau tarik anak, tiba-tiba reruntuhan tembok jatuh. Saya langsung pasang badan agar anak saya tidak tertindih reruntuhan,&#8221; ungkapnya mengisahkan.&nbsp;<\/p>\n<p>Namun demikian, anaknya Citra Ibrahim yang berusia 1 tahun 3 bulan itu sempat tertimpa reruntuhan bangunan yang mengenai dagu dan kepala bagian kanan.&nbsp;<\/p>\n<p>Tidak sampai disitu saja, saat berlari keluar rumah sambil menggendong anaknya, ia menemukan ibunya dalam kondisi terluka karena tertimpah reruntuhan.&nbsp;<\/p>\n<p>Ia pun kembali ke dalam rumah untuk menyelamatkan dua orang anak lainnya yang masih tertidur lelap saat terjadi gempa.&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Sampai di kamar yang lain, saya lihat dua anak saya sudah tertimpah reruntuhan. Saya langsung menggendong mereka dan lari ke luar rumah,&#8221; ucapnya sambil menahan air mata.&nbsp;<\/p>\n<p>Usai kejadian tersebut, lanjut Kurniawati, dirinya bersama keluarga langsung mendapatkan perawatan medis walaupun hanya bersifat darurat.<\/p>\n<p>&#8220;Kemarin pak dokter datang lihat dan memberikan pengobatan luka yang kami alami dan juga memberikan obat kepada kami,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Selain mengalami memar pada bagian punggung dan pelipis kanan Kurniawati pun terdapat sejumlah luka goresan akibat reruntuhan bangunan rumah.<\/p>\n<p>Sementara sang anak mengalami luka sobek di bagian kepala sebelah kanan yang kini terbalut perban.<\/p>\n<p>Data BPBD Kabupaten Flores Timur, pertanggal 13 April 2026, jumlah warga yang mengungsi terus bertambah mencapai 2. 019 jiwa, berasal dari 14 desa yang tersebar di Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur.<\/p>\n<p>Selain itu, akibat gempa bumi pada 8 April 2026 lalu, sebanyak 368 rumah dan fasilitas umum pun mengalami kerusakan.*<\/p>\n<p><strong>Penulis: Tata Shinto I Editor: Sutomo Hurint<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gempa bumi berkekuatan 4,7 Magnitudo mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 8 April 2026. Sebanyak 1.393 jiwa mengungsi,&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[425,419,45,424,76,48],"class_list":["post-4337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","tag-desaterong","tag-gempa-adonara","tag-kaddes-net","tag-korban-gempa","tag-larantuka","tag-ntt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4337"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4339,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4337\/revisions\/4339"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}