{"id":3955,"date":"2026-03-14T13:02:30","date_gmt":"2026-03-14T13:02:30","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=3955"},"modified":"2026-03-14T15:01:26","modified_gmt":"2026-03-14T15:01:26","slug":"menelusuri-jejak-tkp-kasus-stn-di-sikka-ada-bercak-darah-bodi-hp-dan-curahan-hati-ibu-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=3955","title":{"rendered":"Menelusuri Jejak TKP Kasus STN di Sikka&#8211;Ada Bercak Darah, Bodi HP dan Curahan Hati Ibu Korban"},"content":{"rendered":"<p><strong>Suasana duka masih terasa atas kematian Noni, gadis 14 tahun di rumah permanen yang atapnya mulai berkarat, Jumat, 13 Maret 2026. Noni adalah, korban pembunuhan yang diduga dilakukan kaka kelasnya.<\/strong><\/p>\n<p>Siang itu, tim kuasa hukum korban dan tim psikologis UPTH PPA mengunjungi rumah Noni di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saya ikut dalam rombongan itu.<\/p>\n<p>Kami tiba di rumah duka di Dusun Romanduru, RT 07 RW 04, Desa Rubit setelah menempuh perjalanan dari Kota Maumere, selama 45 menit.<\/p>\n<p>Kami disambut seorang perempuan&#8211;berbaju hitam, berkain sarung dan berkerudung hitam. Dia adalah, Yohana Maria Nona, ibu kandung STN atau yang akrab disapa Noni.<\/p>\n<p>Disela keakraban setelah dipersilakan masuk rumah, Ketua Tim Kuasa Hukum, Viktor Nekur memperkenalkan kami yang hadir. Tak lama berselang, dua psikolog itu langsung duduk mendampingi Yohana yang saat itu didampingi sang suami.<\/p>\n<p>Suasana tampak penuh kekeluargaan. Saling bercerita dengan dua psikolog. Namun terlihat jelas di wajah Yohana. Matanya memerah dan terus meneteskan air mata.<\/p>\n<p>Hati Yohana begitu hancur mengenang ucapan terakhir Noni yang memberitahunya untuk pergi mengambil gitar hasil pemberian sang kakak sulung.<\/p>\n<p>Ternyata ucapan itu menjadi pamit terakhir putri tunggalnya. Noni ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di pinggiran kali Napun Koja Gelo, Dusun Woloklereng pada 23 Februari 2026.<\/p>\n<p>Dimata Yohana, putri semata wayang yang lahir pada 6 November 2011 dari rahimnya, merupakan anak yang ceria dan manja terhadap sang kakak.<\/p>\n<p>&#8220;Dia (Noni) paling manja sama kakak sulungnya,&#8221; ungkap istri dari Herman Yoseph dengan wajah murung menahan sedih.<\/p>\n<p>Setiap hari, kisah Yohana, pasca kepergian anak ketiga dari tiga bersaudara ini, ia bangun pagi selalu memanggil nama Noni. Namun ia hanya melihat tempat tidur kosong di ruang tamu yang selama hidup merupakan tempat tidur kesayangan Noni.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap bagun pagi saya panggil namanya. Namun tidak ada lagi sahutan, ia mama,&#8221; ucapnya sambil mengusap air mata.<\/p>\n<h3>&#8216;<strong>Saya ingin melihat bagaimana mereka membunuh Noni&#8217;<\/strong><\/h3>\n<p>Ditengah pendampingan psikologis yang dilakukan Tim Psikologi selama kurang lebih 5 jam, sambil menahan tangis, Yohana meminta Kepolisian Resort Sikka.<\/p>\n<p>Yohana meminta Polisi bisa menggelar rekonstruksi pembunuhan dilakukan di tempat kejadian perkara, yakni di rumah tersangka pelaku FRG, kaka kelas korban bersama SG, ayah pelaku dan VN kakek pelaku.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai ibu yang melahirkan, pak Polisi saya ingin melihat langsung bagaimana mereka membunuh Noni anak saya. Saya minta dengan sangat rekontruksi dilakukan di tempat kejadian perkara,&#8221; pinta Yohana.<\/p>\n<p>Selain itu, Yohana juga meminta, demi menjaga keamanan proses rekontruksi, pihak Polres Sikka, Brimob dan Kodim 1603 Sikka untuk bisa melakukan pengamanan.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau dari pihak keluarga besar, kami pasti menjaga keamanan. Namun keluarga pelaku itu yang kami ragukan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Sekali lagi saya minta dari hati yang paling dalam sebagai seorang ibu, bisa melihatkan bapak-bapak Brimob dan pak tentara jaga saat rekonstruksi,&#8221; pintanya sambil mengatupkan kedua tangan sebagai wujud permohonan yang mendalam.<\/p>\n<h3><strong>Ada bercak darah dan bodi hp<\/strong><\/h3>\n<p>Disela pendampingan tim Psikolog, Ketua Tim Kuasa Hukum mengajak kami bersama perwakilan keluarga yang pertama kali menemukan jasad Noni dan Kepala Desa Rubit untuk melihat langsung lokasi kejadian kasus pembunuhan Noni.<\/p>\n<p>Dipandu salah satu keluarga korban, kami bersama tim kuasa hukum tiba di seputaran Sekolah Dasar Katolik Waloklereng. Dari samping SDK inilah, kami mulai berjalan menuruni lemba terjal yang selama 15 tahun terakhir tidak dilewati warga sekitar.<\/p>\n<p>&#8220;Pelaku ajak anak kami lewati jalan ini. Ini jalan tidak pernah kami lewati selama ini,&#8221; ungkap bapak kecil korban sambil menuntun arah perjalanan menurun yang terjal.<\/p>\n<p>Setelah berjalan menurun sejauh kurang lebih 200 meter, kami tiba di rumah pelaku yang diduga kuat menjadi titik awal tempat kejadian perkara.<\/p>\n<p>Di rumah ini terlihat garis polisi berwarna kuning. Kami menuju bagian belakang rumah yang sekaligus dapur sambil mengamati sekeliling rumah.<\/p>\n<p>Di atas lantai samping kamar mandi, terlihat tiga titik darah masih mengental yang perlahan mengering. Darah yang sudah mulai mengering ini diduga kuat merupakan darah Noni.<\/p>\n<p>Selanjutnya, kami melakukan perjalanan menuruni lembah curam dan terjal menunju kali tempat ditemukan jasad Noni.<\/p>\n<p>Saat menuruni bukit, salah seorang kerabat korban menemukan bodi belakang handphone. Diduga handphone milik palaku yang jatuh saat memindahkan jasad korban dari rumah ke tempat pembuangan jasad untuk pertama kalinya.<\/p>\n<p>&#8220;Ini hp milik pelaku, saya kenal benar hpnya. Karena kami satu bangku di kelas IX SMP,&#8221; ungkap RDM, teman kelas dari pelaku yang juga merupakan kerabat dekat Noni.<\/p>\n<p>Tim kuasa hukum bersama perwakilan keluarga terus berjalan menuruni lembah hingga ke tepi kali. Dari arah selatan, terlihat garis polisi mengelilingi tumpuk batu kali&#8211;mirip gua kecil.<\/p>\n<p>&#8220;Di bawah batu mirip gua kecil inilah tempat jenasah Noni ditemukan warga,&#8221; kata Polikarpus Herek, Kepala Desa Rubit sambil menunjukkan jari tangan ke lokasi tersebut.<\/p>\n<p>Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret hadir bersama Tim Inafis saat mengevakuasi jasad korban. Ia mengisahkan, saat pertama kali ditemukan, posisi korban terlentang. Bagian kaki berada di dalam lubang, kepala korban ditutupi batu dan dedaunan.<\/p>\n<p>&#8220;Kondisi jasat korban sangat mengenaskan. Di perut bagian kanan ada bekas tebasan, bagian leher nyaris terlepas dan wajah korban ditutupi batu. Sebagian rambut bagian depan korban gundul,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<h3><strong>Jerat dengan pidana pembunuhan berencana<\/strong><\/h3>\n<p>Usai melihat lokasi kejadian perkara, kami kembali ke rumah duka dan membakar lilin di pusara almarhumah.<\/p>\n<p>Viktor Nekur, Kuasa Hukum korban yang melihat langsung lokasi kejadian perkara mulai dari rumah pelaku hingga tempat pembuangan jasad korban berkata, &#8220;ini tindak pidana pembunuhan berencana&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Kami minta pihak polisi untuk menjerat para pelaku dengan tindakan pembunuhan berencana. Kami menduga masih ada pelaku lain di balik kematian klien kami,&#8221; tegas Viktor sambil pamitan untuk melangkah kembali ke Kota Maumere. *<\/p>\n<p><strong>Penulis: Tata Shinto<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Suasana duka masih terasa atas kematian Noni, gadis 14 tahun di rumah permanen yang atapnya mulai berkarat, Jumat, 13 Maret&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3956,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[161,45],"class_list":["post-3955","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","tag-kabupaten-sikka","tag-kaddes-net"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3955","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3955"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3955\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3962,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3955\/revisions\/3962"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3955"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3955"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3955"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}