{"id":3490,"date":"2026-02-11T13:08:30","date_gmt":"2026-02-11T13:08:30","guid":{"rendered":"https:\/\/kaddes.net\/?p=3490"},"modified":"2026-02-11T14:28:51","modified_gmt":"2026-02-11T14:28:51","slug":"hadiri-tahbisan-episkopal-mgr-yohanes-hans-monteiro-gubernur-melki-gereja-katolik-pilar-penting-pembangunan-ntt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kaddes.net\/?p=3490","title":{"rendered":"Hadiri Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Gubernur Melki: \u201cGereja Katolik Pilar Penting Pembangunan NTT\u201d"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri tahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro pada Rabu, 11 Februari 2026 di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Flores Timur. <\/b><\/p>\n<p>Dalam sambutan resepsi tahbisan, Melki Laka Lena mengatakan bahwa salah satu Pilar Pembangunan paling penting di NTT adalah pilar Gereja Katolik.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Dengan penduduk lebih dari 50%, peran Gereja Katolik sangat penting dalam memberikan kontribusi nyata untuk membuat NTT lebih baik ke depan,\u201d ujar Melki.<\/p>\n<p>Gubernur Melki mengharapkan bahwa peristiwa iman akan Pentahbisan Uskup Larantuka ini kian mempererat kerja sama antara Pemerintah dan Gereja Katolik.<\/p>\n<p>\u201cKemarin kami baru meresmikan NTT Mart. Ini tempat kami memuliakan UMKM di NTT. Banyak yang kita buat di situ. Saya berharap, para Uskup sebelum pulang, jangan lupa singgah di NTT Mart. Begitu banyak oleh-oleh khas NTT di situ. Boleh bawa oleh-oleh dari situ sebagai bekal dari Larantuka,\u201d pungkas Melki.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menutup sambutannya Melki mengajak untuk menyelami moto episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro yakni &#8216;<i>Unum corpus, unus spiritus, una spe<\/i>s yang berarti satu tubuh, satu roh, satu harapan&#8217;.<\/p>\n<p>Melki menjelaskan seruan ini mengajak kita semua untuk bersekutu bersama sebagai satu kawanan dalam Kristus dengan bersama dan bersolider dengan mereka yang berkesusahan.<\/p>\n<p>\u201cTadi, baik dalam bacaan maupun dalam khotbah dari Uskup Budi Kleden, sampai pada sambutan Uskup Hans, kita sama-sama diingatkan untuk melihat bahwa harta karun Gereja adalah orang-orang yang susah. Harta karun Gereja bukan mereka yang berkelebihan, tetapi mereka yang susah, yang miskin, yang hidupnya terpinggirkan,\u201d tambah Melki.<\/p>\n<p>Gubernur Melki mengatakan melalui tahbisan Uskup hari ini mengingatkan kita semua untuk menjadi satu kawanan yang selalu berbela rasa, peduli satu sama lain.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Pada momen yang indah ini, bagi Keuskupan Larantuka dan kita semua di NTT, kami menyambut baik kehadiran Uskup Hans Monteiro hari ini dan juga sekaligus mendoakan agar uskup Frans Kopong, Uskup Emeritus, selalu sehat dan tetap memberikan berbagai hal bagi keuskupan Larantuka dan NTT,\u201d ungkap Melki.<\/p>\n<p>Sementara itu, mewakili Menteri Agama RI, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Suparman, turut menegaskan pentingnya sinergi antara Gereja dan Negara.<\/p>\n<p>\u201cSebagaimana kita lihat, hari ini, atas kuasa Roh Kudus, kita menyaksikan Gereja Katolik Larantuka menerima seorang Uskup. Tetapi pada saat yang sama, Indonesia juga menerima seorang pemimpin moral baru. Kami percaya bahwa tahbisan ini akan melahirkan energi baru bagi pelayanan Gereja dan kontribusi nyata bagi bangsa,\u201d ungkap Suparman dalam membacakan sambutan Menteri Agama RI.<\/p>\n<p>Hal menarik dari peristiwa tahbisan, menurut Suparman, bukan saja pada keilmuan Mgr. Hans Monteiro, melainkan juga pada kesediaannya untuk kembali dan melayani di tanah yang mengenalnya sejak kecil.<\/p>\n<p>\u201cInilah spiritualitas seorang gembala, pergi untuk belajar, pulang untuk mengabdi. Hubungan baik antara Gereja Katolik dan negara kita harapkan terjalin dalam semangat saling mendukung, saling menghormati, saling menguatkan,&#8221; ujar Suparman. *<\/p>\n<p><b>Penulis: Sutomo Hurint <\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri tahbisan Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro pada Rabu, 11&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3491,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[36,2],"tags":[138,99,135,137,136],"class_list":["post-3490","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kabar-dari-desa","category-nusantara","tag-dirjen-bimas-katolik","tag-gubernur-ntt","tag-melki-laka-lena","tag-menteri-agama","tag-tahbisan-episkopal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3490"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3500,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3490\/revisions\/3500"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kaddes.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}